Friday, February 25, 2011

Orang yang dicintai Allah

Kemuliaan dirimu itu terletak pada ucapmu, pikirmu, dan setiap tindakanmu dan ketiganya itu haruslah kau tempatkan menjadi satu didalam wadah hatimu. Karena bagus hatimu akibatkan wibawa ucapmu, indah suaramu, merdu nadamu dan berbobot lisanmu.
Sedangkan luasnya hatimu sebabkan jernih pikiranmu, kritis pemikiranmu dan tak terkalahkan pola pikirmu. Dan lapangnya hati adalah takjub sesuatu yang sebabkan engkau ada wibawa, bersinarnya kharisma dan membuat engkau menjadi orang yang selalu berlapang dada.
Dengan demikian kau telah menjadi dari sekian yang tak banyak dari orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT.

Berita

Takutlah engkau bila menyampaikan berita yang belum dapat diketahui kebenarannya. Dan hindarilah dari setiap jengkal panca inderamu apabila ada kejelekan orang atau sesuatu didalamnya.
Sebab sekalipun berita itu benar maka engkau telah "naminah", dan apabila berita itu tidak benar berarti kau telah lakukan "fitnah". dan harus kau tau bahwa dua hal itu tidak lebih baik daripada zina.

Rasa kesal dan tidak puas

Jangan pula kamu melampiaskan kesal dan tidak puasmu atas kegagalan dan kesalahan dalam amarahmu. Dan jangan pula engkau mengambil keputusan dikalanya. Sebab mustahil pikiran dan hati yang tidak tenang akan menghasilkan keputusan yang baik walau itu setitikpun.
Dan apabila kau tetap lakukan insya Allah akan datang kepadamu satu penyesalan, karena tatkala engkau marah dan mengambil keputusan, sungguh keputusan yang engkau keluarkan itu tidak lain adalah atas bisikan syaitan.
Dan juga ingatlah, bahwa marah itu adalah pekerjaan syaitan.

Menghormati dan Membahagiakan Orang

Ingatlah! Hormatlah kamu pada kedua orang tuamu, juga kepada saudara dan sanak familimu, lalu pada handai taulanmu juga pada orang lain di sekitarmu. Setelah itu bahagiakanlah mereka, karena kebahagiaan yang semata-mata untuk hatimu tidaklah mendatangkan kesempurnaan pada hati mereka. Oleh karena itu bahagiakanlah dulu mereka. Sebab kebahagiaan mereka pasti akan mendatangkan juga kebahagiaan dan kemuliaan kepadamu.

Mencintai apa yang kita punya

Cintailah dan sayangilah apa yang kau punya dan apa-apa yang telah dititipkan atas kamu oleh Allah SWT, dan pergunakanlah, manfaatkanlah benar-benar harus sesuai dijalan Allah SWT, karena orang-orang lalai akan tanggung jawab Allah adalah orang yang kufur atas nikmatnya. Dan dengan begitu maka jadilah dia calon ahli neraka bila ia tidak segera bertobat, menyadari, dan menjauhinya.

Marah

Janganlah kamu memamerkan apa yang kau punya kepada orang-orang yang payah, dan jangan kau buktikan kekuatan serta kepandaianmu kepada orang-orang yang lemah. Sebab orang yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan semua orang, dan tidak juga orang yang pintar serta perkasa. Karena orang yang kuat bagi Allah adalah orang yang mampu menahan diri ketika datang amarah dalam hatinya. (mampu menahan rasa amarah).

Kebencian

Dan harus kau tau, jauhilah kebencian. Karena dengan menanam kebencian berarti kau mendatangkan iri dan dengki serta suatu kemungkaran. Dan kemungkaran yang seperti itu kemudian berakar dan beranak pinak menjadi dendam. Sedang dendam menuntut pembalasan, dan setiap pembalasan atas dendam pasti mendatangkan permusuhan dan kerusakan, oleh sebab itu takutlah engkau membuat kerusakan, sebab Allah sangat membenci bagi orang-orang yang membuat kerusakan.

Dendam

Bila satu ketika telah datang syaitan membawa dendam pada matamu maka pejamkan mata itu dengan istighfarmu, dan bila ia datang kembali lewat gendang tajam telingamu, maka beristigfarlah demi sadarmu, dan bila ia tetap datang pada setiap anggota dan panca inderamu, maka mohon ampunlah engkau pada Allah dan basuh kotor asalnya dengan wudhumu, lalu bakar dengan shalatmu. Setelah itu pendam dan hilangkanlah dengan do'amu karena dengan demikian berarti engkau tidak membiarkan syaitan menduduki istana jiwamu (Qalbu).

Berbaik Sangka

Takutlah jika ada didalam hatimu untuk menjadi ujub, takabur dan congkak seketika. Karena sifat-sifat itu amatlah jelek dan mendapatkan murka dari Allah SWT, dan selalulah engkau khusnuzhan (berbaik sangka) terhadap segala sesuatu karena berbaik sangka berarti menerapkan uswatun khasanah (contoh/ketauladanan yang baik) dan menyebabkan datangnya kelapangan, karena dengar demikian sungguh engkau juga telah keridhaan. Serta menggusur kekufuran dan kefakiran.

Lupa pada Allah

Bila dimasa sulitmu kau mampu tundukan kepalamu dengan linangan airmata, lalu mengapa dikala bahagianya seringkali kau lupakan untuk mengucap segala kebesarannya. Bukankah kau tau bahwa dinding bahagia dan sedihmu itu bagi Allah sangat tipis sekali.
Lalu mengapa kau selalu lama terlupa sehingga Allah akhirnya mengingatkanmu kembali dengan musibah yang lebih parah dari sebelumnya.

Menolong Orang

Membiarkan orang lain susah padahal kamu dapat menolongnya adalah perbuatan tercela, dan sungguh amat dibenci oleh Allah dan para malaikatnya. Namun sebaliknya apabila kau mengangkat tanganmu untuk menolong orang yang tidak kamu kenal, dan itu didasari dengan keikhlasan maka itu adalah sebagus-bagusnya akhlak dan itu bisa mendatangkan sebaik-baiknya berkah / pahala.

Kebimbangan

Jangan kamu sekali-kali dengan sadar berpaling daripada kebenaran dan jangan pula sekali-kali kau hadapkan hatimu pada kebimbangan apabila telah datang cahaya kebaikan.
Dan apabila engkau tidak mengambil keputusan dikala terjadinya kemungkaran, sungguh engkau termasuk ke dalam golongan orang yang selemah-lemahnya iman.

Kesabaran

Ingatlah bahwa mengalah tidak berarti kalah.
Dan berteriak paling lantang bukan berarti menang.
Karena harus kau tau, kalah dan menang tidak ditentukan oleh keberanian juga bukan dengan daya dan kekuatan melainkan hanya dengan kesabaran.
Karena bertindak sabar itu jauh lebih mulia dihadapan Allah ketimbang kau lampiaskan hawa nafsu walaupun itu ada alasan yang menunggu bagimu.

Berandai-andai atas Nikmat Orang Lain

Melihat segala sesuatu itu memang penting adanya terlebih bila kita menikmatinya dengan I'tikaf dan relung ibadah. Tapi ingatlah..jangan terlalu sering engkau sudutkan lehermu dan bentuk tengadahkan wajahmu untuk melihat selalu nikmat yang tidak engkau dapat. Dan janganlah kau terlalu sering berandai-andai atas nikmat yang orang lain dapat, karena bila kamu selalu menggetarnya dalam pikiranmu, niscaya satu saat akan timbul rasa kufur dalam dirimu. Dan ketahuilah itu sangat membuat jiwamu kerontang mudah patah dan berdebu. Dan sungguh Allah sangat benci kepada orang yang selalu menghitung-hitung nikmat dan selalu mengingkarinya (kufur atas nikmat).

Menghardik Orang

Janganlah kau berani melempar kata dan memerahkan muka orang yang sedang kau ikutkan dalam ceritamu, meskipun itu hanya timbul sekejap saja tanpa gurat panjang tersusun (terencana). Karena apabila engkau melempar kata dan kemudian orang yang kau tuju itu berubah warna muka dan terlebih orang-orang disekitar dengus nafasmu sampai labuhkan bergetar tawa, maka saat itulah luntur setiap kebaikanmu dan telah hilang berpindah sebagian dosa orang itu kepadamu. Yang demikian itu sungguh sangatlah menguntungkan apabila kamu mengetahuinya.

Berbuat Santun

Dan berbuat santunlah engkau dengan tidak sama sekali menimbang permukaan kulit seseorang (tidak pandang bulu), dan jangan sekali-kali kamu mengharapkan pamrih dari padanya. Karena sungguh mengharap pamrih atas sesuatu yang engkau lakukan itu adalah tercela, dan itu sangatlah meresahkan orang yang telah kamu bantu. Dan yang demikian itu tiada beda dengan perlakuan orang-orang yang kufur.

Kesederhanaan dan Kebijaksanaan

Kadang kita sebagai hamba Allah harus lupa kepada asal muasal segala sesuatu. Bila sesuatu yang kita punya sangat hebat dan luar biasa. Tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang hebat dan luar biasa bagimu itu tidak akan bertahan lama. Justru sesuatu yang didalamnya ada kesederhanaan dan kebijaksanaanlah yang akan tetap bersinar didalam setiap langkah dan hidup.

Thursday, February 24, 2011

Cinta Kasih dan Rasa Sayang

Jangan kau salahkan dan Ingkari cinta kasih dan rasa sayang yang tumbuh dalam hatimu, sebab semua itu tidak lain adalah berkah bagi jiwamu yang mungkin telah lelah. Sebab cinta kasih dan sayang yang tumbuh secara wajar tanpa ada paksaan baik dari mental maupun sekitar kulit nadimu adalah cinta yang suci dan berkah dari Illahi, jangan kau rusak dan koyak dengan mengingkari apalagi sampai membuang dan menikamnya hingga mati, karena jika kau berbuat dengan demikian berarti kau sudah tidak lagi percaya pada dirimu sendiri. Padahal percaya diri sendiri adalah cikal yang nantinya akan menumbuhkan jiwa yang berani, hati yang suci, dan matangnya ucap sejati.

Rendah Hati

Rendah hati dalam bergaul itu adalah satu sifat yang mulia, namun rendah diri dalam pergaulan adalah sesuatu yang sia-sia dan tidak berguna bahkan menyia-nyiakan amanah. Oleh karena itu peliharalah amanah itu, pancarkan harga diri, dan buat puaslah hatimu. Dan ingat! Jangan sekali-kali kau sakiti hatimu atau kau membiarkan orang lain menyakitimu, sebab membiarkan dengan sengaja orang lain menyakitimu adalah aniaya, dan aniaya itu adalah dosa.

Rahasia Allah

Segala sesuatu itu pasti ada rahasianya, dan rahasia segala sesuatu itu tersimpan kebenaran dan keindahan hikayatnya. Dan kau juga harus tau bahwa Allah banyak menyimpan rahasia yang tentulah pasti banyak manfaatnya apabila kamu mencari dan mengetahuinya, dan Rahasia Allah itu ada tatkala waktu yang sepi menyelimuti, dikala semua orang tertidur dan sebaliknya kau terbangun, dan dikala semua orang terlupa tapi kau bangun berwudhu dan mengingat Allah dan yang seperti itu terjadi hanya pada di penghujung malam yang sepi. Oleh karena itu carilah rahasia itu dan temukanlah nikmat dan berkah didalamnya agar kau dapat berjalan dan tersenyum dalam ketenangan, bukan terseok-seok dalam kesengsaraan dan keletihan.

Ingat dan Takut hanya kepada Allah

Dan selalu ingat dan takutlah kau hanya kepada Allah yang telah menciptakanmu. Karena bisa jadi dengan itu Allah akan membuat segala sesuatu apapun itu akan merasa segan dan takut serta tunduk dihadapanmu, namun sebaliknya apabila ternyata engkau tidak tunjukan rasa takutmu itu hanya kepada Allah niscaya Allah akan membuat segala sesuatu itu nampak menakutkan dihadapanmu.
Dan benar-benar harus kau tau :
Bahwa orang yang takut kepada Allah dengan kecintaan menyertainya dinamakan ketakwaan, sedang yang takut tanpa kecintaan pada-Nya dinamakan dosa dan kemunafikan.

Tangis dan Tawa

Kau harus selalu memelihara lingkaran bergemamu (tangis dan tawa) karena sesungguhnya itulah sebaik-baiknya penyeru kesadaran dan pembaik semua ketegangan hati dan fikiran, dan sungguh itu adalah salah satu rahasia terbesar dari dalam dirimu. Sebab harus kau tau, bahwa sebaik-baiknya penyembuh pada sakitmu adalah tawa dan puaskanlah hatimu. Dan sebaliknya bahwa tangis adalah penyembuh dari sombong atau penyakit hatimu.

Iri dan Dengki 2

Jangan kamu sekali-kali perlihatkan rasa dengki dan irimu walau hanya sampai pada ujung matamu, dan mulutmu. Sebab bila kau masih melakukan yang demikian tentulah itu sangat merugikanmu dan yang seperti itu tiada bedanya dengan kau mengikis habis keimanan dan nilai-nilai ketakwaan.

Kufur dan Sombong

Pergunakanlah baiknya fikirmu dan kepintaran ucapmu sarat dengan keridhaan, dan jangan engkau berani menggunakannya bila hanya untuk buktikan suatu kesalahan dan membutukan fikiran, karena yang demikian itu tidak lain daripada pekerjaan orang yang kufur dan sombong. Dan satu hal yang harus engkau tau bahwa membuktikan kesalahan itu sungguh tidak sama bahkan sangat jauh berbeda dengan membuktikan / memperlihatkan kebenaran.

Riba

Jauhilah juga hal-hal yang masih samar (syubhat) dalam hal kerjasama ekonomi. Karena harus kau ketahui bahwa riba itu menghapus keberkahan dan mengundang kejelekan dan pasti merusak harta benda.

Zina

Takutlah engkau melakukan zina, dan peliharalah anggota tubuhmu agar engkau menjadi mukhlisin dan muttaqin. Sebab harus kau sadari sekali lagi bahwa tiap-tiap sesuatu yang engkau tidak rela terjadi pada dirimu dan keluargamu, maka hal itupun tidak akan pernah mendapatkan kerelaan dari orang lain.

Aurat Wanita

Dan juga berilah nasihat kepada wanita-wanita yang mempertontonkan kecantikannya (tabarrujat) kepada orang lain agar mereka insyaf dan menutup auratnya dengan hijab. Dan janganlah sekali-sekali engkau rela dengan perbuatan seperti itu, sebab rela terhadap perbuatan maksiat berarti juga melakukan maksiat.

Sikap Malu

Dan ketahuilah bahwa sikap malu itu bagi Allah dan para malaikatnya itu adalah pakaian yang indah dan sempurna dan ingatlah bahwa barang siapa yang mengenakannya pada akhlaknya, maka Insya Allah dia akan selalu memperoleh pujian dan rahmat dari Allah SWT, selain itu buatlah dan jadikan dirimu itu seorang muslim yang afif (mampu menahan diri dari hal-hal yang menyebabkan jatuhnya harga diri) karena dengan begitu berarti kau tidak memberikan kesempatan kepada orang lain dan syeitan untuk tertawa mengolok-olok dirimu.

Menghancurkan Kesetiaan

Setelah itu takutlah engkau bila ingin keluar dari menghancurkan kesetiaan, apalagi terhadap orang-orang yang mencintai kamu dan selalu memuliakan namamu karena sungguh perbuatan itu termasuk khianat, dan terlebih meninggalkan sakit hati yang mendalam bagi yang dikhianati. Oleh sebab itu maka berbuatlah yang adil, baik dan benar, jangan sekali-kali engkau melakukan atau coba-coba melakukannya. Dan harus selalu diingat bahwa kesetiaan itu sangat mahal harganya. Sebab apabila ternyata engkau masih melakukannya maka tunggulah kehancuran pada hatimu di suatu saat nanti. Dan saat itulah kau baru tau dan menyadari betapa sakit dan pahitnya oleh sebab yang diakibatkan oleh khianat dari kesetiaan, hingga kau akhirnya baru menyesali bahwa walaupun dengan menangis dan menjerit sekalipun sakit dihati kecilmu tidak akan mudah berlalu.

Menjaga Kesetiaan

Satu hal yang harus engkau benar-benar engkau pahami dan dimengerti sampai kedalam relung hati yang kecil : bagaimanapun sulit dan pahitnya engkau harus menjaga kesetiaan, karena dengan begitu engkau berarti memupuk harga diri juga menyilaukan semua hati dan berarti memelihara ikatan dan menjaga cinta kasih serta menjauhi sikap ingkar janji.

Minuman

Jangan sekali-kali engkau membuat minuman yang didalamnya bersifat menghilang akal sehat serta kesadaranmu, dan jangan pula kau meminumnya apalagi sampai kau menjualnya atau membawanya, serta jangan juga kau ikut bergabung dan berkumpul dengan para pelakunya karena dengan demikian sungguh engkau telah mendatangkan kebaikan dan telah menghindar dari tertimpa laknat dan azab.

Kemuliaan Diri

Hiduplah engkau dengan segala kemuliaan, tapi ingat cukup hanya dengan kemuliaan yang telah diberkahkan dan dirahmati atas kamu, bukan sekali-kali atas usaha yang engkau lakukan dengan tak mengenal kebaikan dan semua kebenaran. Sebab setiap kemuliaan yang menurut kamu mulia itu tidak lebih baik dari kerakusan. Dan kerakusan itulah yang akan memperlemah hati dan jiwa dan yang pasti akan terjadi adalah menyebabkan hilangnya kehormatanmu.

Taubat

Dan minta ampunlah kau atas dosa-dosamu kepada Allah, dan takutlah kau kepada perbuatan dosa kecil ataupun dosa yang kau anggap kecil, karena sungguh sangat ditakutkan kelak kau pun akan melakukan dosa besar dan tenggelam didalamnya oleh karena sebab dosa-dosa kecil dan yang kau anggap kecil.

Wednesday, February 23, 2011

Meminta dan Memberi Maaf

Meminta ma'af adalah sesuatu yang mulia, namun memberikan ma'af jauh lebih mulia apabila ada ikhlas didalamnya. Dan beribadahlah kau dengan berjama'ah, karena berjama'ah lebih tinggi keutamaannya daripada beribadah sendiri-sendiri, namun apabila beribadah sendiri itu kau yakini lebih mendatangkan kekhusukkan maka lakukanlah itu karena yang demikian itu, tentu jauh lebih mulia dan lebih besar keutamaannya dibandingkan ibadah berjama'ah yang ternyata ada kekacauan pikiran dan riya didalamnya.

Menutupi Ketidakmampuan Diri

Mempermainkan kata-kata untuk menutupi-nutupi ketidakmampuan diri adalah sesuatu yang bodoh dan durhaka. Karena dibalik ketidakberdayaan justru ada maksud Allah mengingatkan kita agar jangan uzub dan sombong agar kita tidak masuk ke dalam golongan orang-orang salah dan kalah.
Ingatlah selalu, kelak kau akan mengalaminya, dan jangan sampai kau sesalkan atas apa yang telah tertera dihadapan Allah SWT, karena harus kau yakini bahwa segala sesuatu itu pasti akan ada hikmah yang menyala.

Kejujuran yang tidak dipercaya

Bila suatu saat dimana kejujuranmu dianggap curang dan ditentang orang, beristigfarlah, lempar jauh-jauh keputusasaan dan tanamkan kembali kepercayaan dan kemauan karena bila kau berputusasa berarti kau berputus dari rahmat Allah dan itu berarti berbuat dosa.

Wanita

Bila kau terpaksa harus tunduk di hadapan wanita, tolong pastikan jangan dengan mata, jangan dengan nafsu yang serakah tapi dengan akal serta pikiran yang berkiblat pada kejujuran hati. Lihatlah dia dengan jiwamu, dan pastikan bahwa kau bukan mencintai wanita yang salah. Sebab wanita adalah nikmat bagimu tapi bisa jadi akan dapat juga azab dan laknat di hari hidupmu.

Memuji dan Bermanis manis

Dalam bayang semua hati yang curam, selalu tersimpan masalah. Dan dalam setiap tegangnya hati dan pikiran pasti berselimut oleh kabut hitam ketidakpercayaan dan kepura-puraan. Oleh sebab itu berhati-hatilah kamu kepada orang yang memuji dan bermanis-manis dihadapanmu, dan hindarilah hal yang semacam itu, karena bisa jadi orang yang baik di hadapanmu dan orang yang selalu memuji dihadapanmu tidak lebih mulia atau bahkan lebih rendah dari binatang, karena baginya memuji dirimu adalah sama halnya menyindir dirimu dan yang seperti itu tak akan diragukan lagi akan tega makan kulit, daging dan perasaanmu.

Bertindak dan Berkata Benar

Berkatalah dengan hanya yang benar, dan bertindaklah bila sesuai dengan kebenaran dengan tidak merugikan setiap orang. Karena kebenaran adalah akal daripada kejujuran dan sebaliknya kejujuran akan selalu memperkuat kebenaran.
Asal kau tau...
Bahwa setiap kebenaran memerlukan pengorbanan, dan sekecil apapun pengorbanan harus didatangkan dengan kerelaan jiwa yang mendalam. Karena harus diingat.....
Pengorbanan tanpa diiringi kerelaan adalah percuma dan sesuatu yang percuma adalah sia-sia. Oleh sebab itu camkan dalam-dalam di dalam jiwa, pikirkan dalam hati, dan renungkanlah kembali. Jangan sampai satu kebenaran menjadi sia-sia hanya karena telah tumpah satu pengorbanan yang tidak diiringi dengan kerelaan.

Teman Sejati

Dalam hidup ini banyak angin yang membuat kita goyah, terhuyung bahkan mungkin terperosok dan jatuh. Hanya sendi-sendi serta akar-akar nurani bathin yang dapat membantu kita berdiri. Ingatlah! Iman adalah sendi-sendi hati. Sedangkan akar-akar nurani bathin adalah apa yang di sebut dengan teman sejati.
Harus kau tau teman sejati sangat berarti dalam perjalanan hidup setiap makhluk. Dan harus juga engkau pahami begitu pentingnya teman sejati dalam setiap mengalami/menjalani kehidupan. Oleh karena itu : Cari dan temukanlah teman sejati diantara orang disebelah dengus nafasmu kendati kau harus berlapar diri dan mengurangi "mubbahmu" untuk dapatkan embun bersinar itu.
Ingatlah :
Teman sejati tak pernah berlari / ingkar janji
Teman sejati adalah orang tempat kau membuka diri
dan Teman sejati selalu ada dikala timbul resahnya hati
Bila ada orang disebelah nafasmu miliki 3 kepastian yang hakiki itu, yakinlah dalam hatimu, benarkanlah dalam benakmu, dekatilah dia, kawanilah dia, bahagiakanlah dia, dan bantulah dia. Sungguh teman sejati yang beriman itu lebih banyak memberikan keuntungan daripada pengorbanan, jauh bahkan sangat kecil sekali pengorbananmu dibandingkan nikmat serta keutamaan yang akan kau rasakan.
Banyak orang yang selalu mengharapkan datangnya akar-akar nurani bathin didalam kehidupan. Tapi asal kau tau bahwa akar-akar nurani bathin tidak tumbuh disetiap kehidupan seseorang. Ia hanya datang pada yang tepat.
Sadarilah! Wahai saudaraku, dapati dia..., jangan kau sakiti dia, dan jangan pula kau lepas setelah kau dapati dirinya karena hubungan itu jauh lebih baik daripada hubungan darah dan saudara sekalipun.
Pancinglah rejeki, ilmu, dan keberkahan di setiap ucapannya. Jangan kau gusar apalagi marah bila kata-katanya mengingatkan kecerobohan dari apa yang telah bathin dan dirimu lakukan. Bergembiralah sebab dibalik itulah beribu-ribu bahkan berjuta-juta kemudahan dan keberkahan menanti sentuhan dari senyummu, dan justru disitulah hilang dari apa yang kau tak tau dan kau lupakan tentang semua kesulitan-kesulitanmu. Namun bila kau tetap melakukannya, yang seperti itu tidak lebih berbuat makar dalam kehidupanmu.

Arti Hidup dan Ibadah

Kadang kita terlupa buat apa kita hidup di dunia, dan untuk apa ibadah diciptakan oleh Allah kalau bukan hanya bertujuan membentuk dan membantu jiwa kita agar terhindar dari segala rasa susah dan marabahaya dan tentunya juga ibadahlah yang akhirnya membentuk jiwa kita menjadi aman dan bahagia.
Sebab itu carilah kamu bekal sebanyak-banyaknya, karena tidak lain dan tidak bukan itulah satu-satunya jawaban, untuk apa kita hidup di dunia.

Kebenaran

Memang benar bila apa yang tersembunyi dan terbungkus itu dapat kita ketahui setelah terbuka bungkusnya atau kita luluhkan kebesaran penutup isinya. Namun satu hal yang harus di mengerti bahwa ada kalanya kita dapat melihat segala sesuatu yang terselubung itu bebas dan lepas dari kulitnya. Karena untuk hal yang seperti itu sungguh Allah telah memberikan akal, perasaan serta kekuatan dalam setiap diri makhluk untuk dapat mengetahui kebenaran, sekalipun itu yang terselubung dan tersembunyi di dalam luasnya lautan sekalipun.

Waktu

Masa itu selalu berlalu, berganti dan terus berubah padahal semangat dalam diri belum tentu sudah berganti menjadi suci dan bersih. Kita akan selalu menjadi penonton bukan pemeran apabila selalu tersenyum melihat segala kecerobohan dan keputus asa an.

Keinginan

Apa yang selalu kau pikirkan yakinlah itulah juga yang orang lain harapkan, hanya saja yang membuat tampil beda adalah ikhtiar, do'a dan tawakalnya. Karena orang yang selalu mengeluh tanpa henti adalah orang yang bodoh dan jauh dari rahmat Allah. Dengan begitu alangkah bodoh orang seperti itu karena dia selalu berkata-kata dan meminta dan mendambakan sesuatu padahal dia sendiri yang menjauhkan dirinya sendiri dari apa yang dimintanya.

Bersyukur

Bila yang kau lalui dan yang kau temui dalam jalanmu tak seperti yang kau layangkan dalam pikiran serta khayalmu, tetaplah kau bersyukur akannya. Karena bisa jadi apa yang kau temui dan dapati itu adalah lebih baik bagi Allah diberikan kepada kamu dibandingkan dengan apa yang kau selalu masukkan dan bisikan ke setiap do'a-do'a mu dan harapanmu.

Berbicara

Janganlah kau gunakan lidahmu bila hanya untuk sia-sia, apalagi bila sampai datangkan luka, karena yang seperti itu tidaklah ada manfaat dalam hidupmu, malah akan timbulkan kebencian, kesengsaraan, dan dosa.

Iri dan Dengki

Dan ingatlah kau hanya dengan hati yang suci akan nikmat yang telah kau terima apabila datang iri dan dengki memerangi pikiranmu.

Kiblat

Jadikan ka'bah sebagai kiblat dalam shalatmu.
Dan jadikan juga hati sebagai kiblat dalam ucapanmu.
Setelah itu baru jadikan kebenaran dan kejujuran dalam segala tindakanmu.
Ingatlah kau dengan segera bila terlupa dengan nikmat Allah.

Lari dari Masalah

Ingatlah selalu kau kepada Allah, kendalikan juga nafsu yang ada dalam nafas, panca indra serta syahwatmu hanya dengan sebenar-benarnya iman, bukan kau alihkan dengan semacam pelarian.
Karena bila kau selalu lari didalam kemelut kehidupan, bisa jadi kelak kau yang akan selalu dikejar oleh kesulitan yang selalu kau tinggalkan.

Fakir Miskin dan Dhuafa

Dan harus kau ingat jangan sekali-kali kau tunjukan rasa bencimu kepada kaum fakir miskin dan dhuafa, dan jangan pula kau tunjukan jahatnya wajah dan lidah apabila engkau enggan bersedekah. Karena sungguh yang demikian itu adalah pekerjaan orang-orang yang serakah dan salah.

Aturan yang diciptakan Allah dalam Agama

Dan takutlah kau hanya kepada Allah, lalu cintailah "Dia"...kemudian barulah kau cintai Nabi Muhammad SAW. Setelah itu cintailah dirimu sendiri, lalu pada kedua orang tuamu, dan juga pada anak cucumu, setelah itu juga kepada orang lain disekitarmu / sesama, setelah itu barulah kau cintai dunia.
Ingat jangan keluar di lingkaran itu, karena itulah sebaik-baiknya aturan yang diciptakan Allah dalam agama.

Bercanda dan Bergurau

Janganlah kita bergurau bila hanya untuk dendangkan kesukaran orang disebelah dengus nafasmu, sungguh mereka tidak berdaya akan ucapanmu yang berlabuh dengan bergetar tawa. Dan memang yang demikian itu tidak akan lebih baik daripada kamu lemparkan debu dan kotoran pada orang-orang yang berwudhu.

Tuesday, February 22, 2011

Bila hati tidak punya Iman

Ketahuilah hati yang bersih adalah hati yang suci....
Suci dari debu, suci dari dengki dan suci dalam relung nurani.
Kelak suatu saat, akan banyak datang badai kemunafikan yang begitu terang-terangan menerjang, mereka datang menghantam kebaikan, meracuni kejujuran dan memporak-porandakan pondasi keimanan.
Bisa jadi kita akan termasuk orang-orang yang tenggelam dalam pusaran ketidakberdayaan, atau mungkin hanya mampu terdiam atau bisa jadi hanya dapat pejamkan mata yang tak lelah bila saat itu kita tak punya iman.

Keserakahan dan Rasa Takut

Bila masa itu tiba....dimana suatu ketika hatimu perih tertimpa noda nestapa, maka janganlah kau butakan mata, dan jangan juga kau tulikan telinga bila hanya untuk tutupi teganya jiwa yang sebenarnya tak dapat lagi bersuara.
Karena harus kau tau....
Sekarang begitu banyak jiwa yang lantang bersuara, keras memaki tapi tak lebih daripada hembusan usang nafas dari keserakahan dan ketakutan