Bila dimasa sulitmu kau mampu tundukan kepalamu dengan linangan airmata, lalu mengapa dikala bahagianya seringkali kau lupakan untuk mengucap segala kebesarannya. Bukankah kau tau bahwa dinding bahagia dan sedihmu itu bagi Allah sangat tipis sekali.
Lalu mengapa kau selalu lama terlupa sehingga Allah akhirnya mengingatkanmu kembali dengan musibah yang lebih parah dari sebelumnya.