Dalam hidup ini banyak angin yang membuat kita goyah, terhuyung bahkan mungkin terperosok dan jatuh. Hanya sendi-sendi serta akar-akar nurani bathin yang dapat membantu kita berdiri. Ingatlah! Iman adalah sendi-sendi hati. Sedangkan akar-akar nurani bathin adalah apa yang di sebut dengan teman sejati.
Harus kau tau teman sejati sangat berarti dalam perjalanan hidup setiap makhluk. Dan harus juga engkau pahami begitu pentingnya teman sejati dalam setiap mengalami/menjalani kehidupan. Oleh karena itu : Cari dan temukanlah teman sejati diantara orang disebelah dengus nafasmu kendati kau harus berlapar diri dan mengurangi "mubbahmu" untuk dapatkan embun bersinar itu.
Ingatlah :
Teman sejati tak pernah berlari / ingkar janji
Teman sejati adalah orang tempat kau membuka diri
dan Teman sejati selalu ada dikala timbul resahnya hati
Bila ada orang disebelah nafasmu miliki 3 kepastian yang hakiki itu, yakinlah dalam hatimu, benarkanlah dalam benakmu, dekatilah dia, kawanilah dia, bahagiakanlah dia, dan bantulah dia. Sungguh teman sejati yang beriman itu lebih banyak memberikan keuntungan daripada pengorbanan, jauh bahkan sangat kecil sekali pengorbananmu dibandingkan nikmat serta keutamaan yang akan kau rasakan.
Banyak orang yang selalu mengharapkan datangnya akar-akar nurani bathin didalam kehidupan. Tapi asal kau tau bahwa akar-akar nurani bathin tidak tumbuh disetiap kehidupan seseorang. Ia hanya datang pada yang tepat.
Sadarilah! Wahai saudaraku, dapati dia..., jangan kau sakiti dia, dan jangan pula kau lepas setelah kau dapati dirinya karena hubungan itu jauh lebih baik daripada hubungan darah dan saudara sekalipun.
Pancinglah rejeki, ilmu, dan keberkahan di setiap ucapannya. Jangan kau gusar apalagi marah bila kata-katanya mengingatkan kecerobohan dari apa yang telah bathin dan dirimu lakukan. Bergembiralah sebab dibalik itulah beribu-ribu bahkan berjuta-juta kemudahan dan keberkahan menanti sentuhan dari senyummu, dan justru disitulah hilang dari apa yang kau tak tau dan kau lupakan tentang semua kesulitan-kesulitanmu. Namun bila kau tetap melakukannya, yang seperti itu tidak lebih berbuat makar dalam kehidupanmu.