Senyum itu ibadah, dan itu mendatangkan berlimpahan pahala dan berkah, tersenyumlah kamu untuk hal yang menyenangkan dan membuat senang orang disebelah dengus nafas bahkan juga terhadap pelepah riuh berlagu hatimu (orang lain/musuhmu) karena harus kau tau sungguh itu adalah senjata bathin yang terdekat, dan sungguh merupakan obat bagi bathin yang tersesat.
Namun harus diingat selalu, bila sampai satu saat senyummu telah sampai pada tingkat mengikat hasrat dan menumbuhkan pemikat yang jelas tak nampak, mulailah saat itu kau kembali menengok kembali apa yang sebenarnya terlahir daripada niat. Karena sungguh bila sampai sesuatu/seseorang menjadi hilangkan malunya akibat senyummu, maka saat itulah kau sendiri sedang menuju kepada kehancuran hatimu.